Radang Usus Besar Colitis

Radang usus besar Colitis dalam bahasa medis disebut dengan kolitis yang berasal dari kolon (usus besar) dan itis (peradangan). Kolitis adalah penyakit berupa peradangan usus besar yang menyebabkan gejala nyeri, meradang, diare dan perdarahan anus. Usus besar meliputi area dari caecum (tempat menempel usus buntu/appendiks), kolon ascendant, kolon transversum, kolon descendent sigmoid, rektum dan anus.

Radang Usus Besar Colitis

Radang Usus Besar Colitis

Gambaran Radang Usus Besar

Penyebab Radang Usus Besar Colitis, menurut Dr. Betty diantaranya infeksi virus, bakteri atau parasit. Infeksi ini disebabkan makanan, minuman atau tangan yang kotor. Kedua, iskemik kronis (aliran darah yang tidak adekuat), yaitu pada kasus atherosklerosis, volvulus, hernia inkarserata dan Henoch-Schonlein purpura (HSP). Biasanya kasus ini disertai demam, diare yang disertai darah, anemia, dehidrasi dan syok. Kolitis juga bisa disebabkan oleh reakasi autoimun yang biasanya disebut dengan inflammatory bowel disease (penyakit peradangan usus), meliptuti kolitis ulseratif dan penyakit Crohn’s. Pada kolitis ulseratif gejala nyeri perut lebih dominan, sedangkan penyakit Chron’s melibatkan saluran pencernaan yang lain, tidak hanya usus besar dan disertai skip lesion.

Penyebab selanjutnya dari kolitis adalah kolitis mikroskopik, yang meliputi kolitis kolagenosa dan kolitis limfositik. Pada kolitis mikroskopik, dinding usus besar terisi oleh kolagen atau limfosit. Gejala utama dari radang usus besar adalah diare yang sebagian besar seperti air dan tanpa darah. Penyakit radang usus besar banyak terjadi pada wanita lansia, namun penyebab dari radang usus besar belum diketahui. Bahan-bahan kimia juga dapat menyebabkan kolitis, misalnya enema. Sementara radang usus besar pada anak meliputi necrotizing enterocolitis (NEC) dan kolitis alergi.

Umumnya gejala Radang Usus Besar Colitis tergantung penyebabnya. Namun umumnya disertai nyeri perut dan diare. Bahkan ada beberapa gejala lain yang mungkin menyerati adalah kembung dan peningkatan volume udara usus, perdarahan saat terjadinya gerakan usus. Harus dibedakan dengan ambeien yang mengalami perdarahan, tenesmus atau nyeri akibat peregangan pada pergerakan usus. Nyeri perut bisa memberat dan berkurang. Nyeri bertambah saat diare dan kemudian berkurang. Nyeri bisa berlangsung terus-menerus, disertai demam, menggigil dan tanda-tanda infeksi lainnya.

Umumnya pemeriksaan radang usus besar colitis adalah dengan mengambil data mulai dari riwayat keluarga, riwayat penyakit, pemeriksaan fisik (perut dan colok dubur), laboratorium, serta pemeriksaan pencitraan. Selain itu dokter juga akan melakukan pemeriksaan dengan cermat apakah ada darah dalam fesesnya.

Pemeriksaan laboratorium meliputi tes darah lengkap, elektrolit, ginjal, sample feses (feses lengkap, kultur feses). Pemeriksaan pencitraan berupa kolonoskopi, biopsi, bareium enema, juga CT scan. Pengobatan yang dilakukan dokter untuk pasien kolitis didasari dengan pemberian cairan adekuat secara intravena, tranfusi darah jika diperlukan, diet cair tanpa serat, dimana dapat mengistirahatkan usus besar karena tidak menghasilkan amaps/sisa. Obat-obatan yang diberikan adalah antibiotik, antinyeri, antiradang, imunosupresan dan penghenti diare. Terapi bedah akan dilakukan jika memang diperlukan. Keputusan operasi tergantung dari keparahan penyakit, respon terhadap terapi konservatif dan penyebabnya. Operasi dapat dilakukan pada iskemik, kolitis, penyakit Chron’s, atau kolitis ulseratif.

Salah satu gejala yang umum terjadi pada penyakit radang usus besar colitis adalah diare. Namun biasanya gejala ini akan berhenti dalam hitungan beberapa jam, dan Anda harus melakukan pemeriksaan ke dokter jika kondisi diare menunjukkan gejala seperti :

  1. Diare terjadi secara terus menerus
  2. Terjadinya dehidrasi atau gejala dari dehidrasi yang diantaranya adalah kepapa terasa lebih enteng, kelemahan, dan juga penurunan pada volume buang air kecil, mulut, mata dan kulit akan terasa kering.
  3. Demam
  4. Terasa nyeri pada perut
  5. Pendarahan yang terjadi pada pergerakan usus.

Penyakit radang usus besar colitis bisa menimbulkan suatu komplikasi jika tidak ditangani dengan baik dan benar, yakni adala :

  1. Penyakit anemia
  2. Abses pada hati pada kasus colitis amuba.
  3. Dehidrasi atau kekurangan air
  4. Hipoksia atau defisiensi pada oksigen
  5. Syok yang menurunkan aliran darah did alam tubuh.
  6. Disseminated intravascuilar coagulation (DIC)
  7. Toksin megakolon yang diakibatkan karena pendarahan.
  8. Peritonitis (radang pada selaput rongga perut)
  9. Perforasi yang terjadi pada usus
  10. Obstruksi atau sumbatan yang terjadi pada saluran cerna.
  11. Hemolytic uremic syndrome (HUS)

Pencegahan yang bisa dilakukan pada radang usus besar colitis adalah :

  1. Jagalah kebersihan makanan serta minuman Anda.
  2. Mencuci tangan sebelum Anda makan
    Namun untuk kasus penyebab genetik dan autoimun biasanya merupakan salah satu hal yang sulit untuk ficegah, misalnya adalah seperti collitis ulseratif dan juga penyakit Chron.
  3. Pencegahan dilakukan dengan meningkatkan daya tahan tubuh mengonsumsi jenis makanan yang mengandung gizi baik dan ditambahkan dengan madu.

Itulah informasi mengenai penyakit radang usus besar Colitis, semoga bermanfaat untuk Anda.

Radang Usus Besar Colitis

Cara Pemesanan Obat Radang Usus Besar

Kapsul Herbal Radang Usus Besar Untuk Membantu Mengatasi Peradangan Pada Usus Besar, Sebagai Antibiotik, dan Anti-Inflamasi, Mengurangi Rasa Sakit & Memperbaiki Organ Yang Rusak

Harga Obat Radang Usus Besar 1 botol Isi 80 Kapsul = Rp. 95.000,-/botol

Cara Pemesanan : SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Radang Usus Besar, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )

This entry was posted in Radang Usus Besar and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.